:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2400517/original/010147300_1541408516-survei-y-publica-40-persen-responden-sebut-kasus-ratna-sarumpaet-skenario-politik.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Y-Publica merilis survei soal politik kebohongan mengancam Pemilu 2019. Landasan Y-Publica mengambil tema tersebut dari kasus hoaks aktivitis Ratna Sarumpaet yang berimbas pada pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
"Dalam survei kali ini tema besarnya adalah mengangkat kasus politik kebohongan yang dilakukan Ibu Ratna Sarumpaet karena isu itu sangat kuat sekali di publik," ujar Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono saat memaparkan rilis survei di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Rudi mengatakan, dampak informasi dari berita bohong Ratna Sarumpaet sangat luas di masyarakat. Dari survei Y-Publica, 48,9 persen responden mengaku mengetahui atau pernah mendengar kasus tersebut. Sementara, yang tidak mendengar dan mengetahui sebanyak 48,0 persen.
Kemudian, sebanyak 71,5 persen responden di survei Y-Publica yang mengetahui kasus itu juga mengaku mengenal posisi Ratna sebagai salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Sedangkan yang tidak mengetahui 23,8 persen dan tidak menjawab 4,7 persen Ratna anggota BPN. "Karena publik tahu Ratna bagian dari kubu Prabowo-Sandi, maka efek elektoralnya merugikan kubu tersebut," ucap dia.
Apalagi, kata Rudi, sebanyak 40,5 persen dari responden yang mengetahui kasus itu meyakini bahwa kebohongan Ratna itu bagian dari skenario politik. Yang tidak mengetahui 39,1 persen.
"Kalau kebohongan itu tidak terbongkar, tentu kubu petahana sangat dirugikan. Karena akan dianggap membungkam oposisi dengan kekerasan," jelas dia.
from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2qv58zM
No comments:
Post a Comment