:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336021/original/083402800_1534769606-9-sekjen-naik-moge-4.jpg)
Terkait tudingan bahwa biaya penyelenggaraan acara IMF tidak sesuai dengan kondisi Indonesia yang sedang tertimpa bencana di Palu dan Donggala, Dewan Syuro PKB ini menegaskan, Jokowi terus bekerja menggelontorkan bantuan untuk masyarakat Palu dan Donggala, serta menunjukkan bahwa Indonesia layak jadi negara maju dengan biaya pertemuan IMF tersebut.
"IMF adalah event dimana ekonomi dunia harus dimasuki Indonesia menjadi bagian penting di sana, jadi menurut saya tidak ada relevansinya. IMF sudah direncanakan jauh-jauh, dan ini adalah untuk kepentingan kita, untuk tinggal landas menjadi negara maju," pungkasnya.
Sebelumnya, tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga menyerukan agar pemerintah mengurangi biaya penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF dan World Bank, yang akan berlangsung bulan Oktober ini.
"Itu (biaya acara pertemuan IMF) nyaris 70 juta dolar, setahu saya kalau ngadain konferensi internasional cukup 10 juta dolar sudah hebat, mewah, karena tugas penyelenggara nyediain venue, makanan," ujarnya saat menggelar jumpa pers di rumah Prabowo di Kertanegara IV,Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.
Rizal meminta pemerintah menghemat berbagai hal yang masih bisa dihemat dalam penyelenggaraan acara pertemuan IMF itu.
"Penghematan itu bisa dialihkan untuk membantu rakyat kita di Palu, Donggala, Lombok. Kami tidak akan mengirim perwakilan di pertemuan di Bali sebagai penghematan," pungkasnya.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Jokowi-KH Ma'ruf Amin berserta Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno membacakan deklarasikan kampanye damai Pilpres 2019.
No comments:
Post a Comment