:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape.png,20,289,0)/kly-media-production/medias/1933987/original/025850300_1519530225-iStock-472393364.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Banyak mitos seks yang beredar di luar sana. Salah satu yang kerap kita dengar adalah tentang meniup vagina bisa menyebabkan kematian. Namun, benarkah itu bisa terjadi?
Walaupun jarang terjadi, namun meniup vagina ternyata memang bisa mengancam jiwa. Dalam istilah medis, hal tersebut terjadi akibat air embolism atau emboli udara.
Mengutip Healthline pada Rabu (7/11/2018), air embolism atau emboli udara terjadi ketika satu atau lebih gelembung udara masuk ke pembuluh darah atau arteri dan menyumbatnya. Ketika gelembung udara masuk ke pembuluh darah, hal itu disebut emboli udara vena. Ketika gelembung udara memasuki arteri, ini disebut emboli udara arterial.
Gelembung udara ini bisa menuju ke otak, jantung, atau paru-paru. Akibatnya, Anda bisa terkena serangan jantung, stroke, atau gagal pernapasan.
Kasus emboli udara akibat meniup vagina memang jarang terjadi. Namun, hal tersebut bisa terjadi ketika ada robekan atau cedera di vagina atau rahim. Risikonya bahkan lebih tinggi pada wanita hamil, yang mungkin memiliki robekan di plasenta.
Saksikan juga video menarik berikut ini:
Patung Berbentuk Vagina Dianggap Seni oleh Pengadilan Jepang
No comments:
Post a Comment